mutiara hikmah

Frame4

i love it .

,.saya suka sekali ^_^

Senin, 12 Desember 2016

TUGAS KEWIRAUSAHAAN MULTIMEDIA




Kelompok : Stand Up Comedy
Anggota     :
1. M. Lukman Abdul Hakim             (1601026096)
2. Eva Fauziah                                  (1601026106)
3. Al Habib Luthfi                                       (1601026107)
4. Abidatul Khusniah S.P                           (1601026111)
5. Zulfa Kintan P.                              (1601026118)
6. Ryan Sandi A.D.                           (1601026120)
7. Salman Mujahid S.H                     (1601026128)












 








Makul              : Kewirausahaan Media
Dosen              : Sintan Ardan.

pengujian hipotesis statiska dalam penelitian



PENGUJIAN HIPOTESIS
Pengujian hipotesis ini dimaksudkan untuk mengolah data yang telah terkumpul baik dari data variabel Gelar S.Sos.i (X), dengan Masa depan mahasiswa (Y) yang bertujuan membuktikan diterima atau tidaknya hipotesis yang diajukan. Hipotesis ini yaitu “Ada pengaruh gelar S.Sos.i terhadap masa depan mahasiswa yang berpredikat sarjana”.
Untuk membuktikan hipotesis tersebut di atas, maka pada penelitian ini melalukan uji hipotesis dengan menggunakan analisis Regresi linier.
Regresi linier didasarkan pada hubungan fungsional (casual) satu variabel independent dengan satu variabel dependent. Apabila dalam penelitian ditemukan bahwa nilai probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 maka hubungan tersebut signifikan (sugiyono, 2002: 250).

naskah stand up



“Saat ini banyak perempuan yang ikut dalam komunitas penggalang dana sosial. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan uang dari para donatur. di indonesia nih banyak juga kalangan artis papan atas yang mengikuti komunitas sosial. Komunitas ini namanya perkumpulam perempuan penyalur uang dari para donatur biasa di singkat payudara.
Kamu tau bpjs itu singkatan dari apa? Badan penyelenggara jaminan sosial. bpjs di gunakan untuk menanggung biaya pengobatan segala macam penyakit. Tapi perluh di ingat bpjs tidak menaggung sakit hati gara-gara diputusin tanpa sebab sama pacar.
Aku ryan, biasa di panggil tante. Aku mengikuti sebuah organisasi clean behafior careful and benefit man bisa disingkat cabe-cabean. profesiku sebagai cleaning servis. Orang pikir cleaning servis itu pekerjaan yang mudah , Cuma nyapu, ngepel dan bersih-bersih lainya. Profesiku itu dianggap paling rendah di semua tempat, terutama di rumah sakit. Semua pekerjaan cleaning servis di situ itu serba salah. Lantai sudah di pel masih saja di omeli, kamar mandi sudah di bersihin masih saja ngomel. Eheh aku bersihin pasangannya dari hidupnya dia marah marah coba. Yang salah siapa kalau begini?

Jumat, 15 Januari 2016

batu karang

diam seribu kata
tak berkedip di saat angin menghempas
melewati hari hari tanpa senyuman
 bagai karang tak gentar terhadap ombak


walau badai menerjang keras
tak pernah sedikitpun ia membalas
siang dan malam sama saja
tiada henti ombak menerjang

sang surya dan purnama hanya diam
awan dan bintang menatap sedih
angin menambah goresan perih ini
seakan tak pernah ada yang peduli
pada batu karang

Rabu, 10 Juni 2015

saat terakhir

Saat terakhir

                                         by ryan sandy adi dharma


hiruk piruk orang dimana - mana
menyebar hingga tak terbatas
tak sempat bicara denganku
walau sebentar saja

kini.......
gedung mencakar - cakar langit
menjamur bagai musim hujan
menembus awan - awan kehidupan
membabi buta di sekitarnya

siang ber ganti malam
hiruk piruk tak pernah berhenti
tak sedikit mereka mengingatku
walau sebentar saja

waktu semakin pintar
semakin hari semakin menjadi - jadi
orang gila dimana - mana
peperangan meraja rela

hujan peluru tiada hentinya
goresan pedang melukis di tubuh
darah ngalir, membanjiri bumi
bau anyir mengharum di seluruh penjuru

burung - burung bangkai
bersuka ria melihat semuanya
berpesta pora bangkai manusia
tergeletak tak berdaya
membusuk tak terawat sedikit pun

hanya tangis dan jeritan
yang mengiringi kepulangan mereka
satu per satu
tak pernah mengingatku
walau sebentar saja

kini .....
angin berhembus kencang
petir menyambar - nyambar
badai dimana - mana
gunung - gunung meloncat loncat

ombak berlarian ke gunung
gunung muntahkan cairan kental nan panas
jeritan dan tangis di mana - mana
menghantui mereka

hiruk piruk menjadi jadi
sekejap hilang tak membekas
tak sempat mengingatku
di saat terakhir

Sabtu, 06 Juni 2015

kesedihan sementara


ketika . . .
aku tak bersinar lagi
seperti rembulan dikala purnama
memancarkan cahaya di tengah malam

ketika.....
aku tak sanggup berdiri
berjalan menyusuri wajahmu
menemukan arti dari semua

ketika.......
aku sudah tak berdaya
aku tersugkur dalam kepedihan
menatap derita ini

kini hanya aku sendiri
dalam alam yang terdiam
mendengar jeritan orang di sana
meninggalkan aku seorang diri

kuterbuang jauh dari ingatanmu
melepas semua kepedihan
menghapus sakit yang dalam
ketika itu juga aku pergi

Minggu, 18 Januari 2015

siti nurbaya

     
    Di Kota Padang pada awal abad ke-20, Samsulbahri dan Sitti Nurbaya – anak dari bangsawan Sutan Mahmud Syah dan Baginda Sulaiman – adalah tetangga dan teman kelas yang masih remaja. Mereka mulai jatuh cinta, tetapi hanya bisa mengakui hal tersebut setelah Samsu mengaku bahwa dia hendak ke kota Batavia (sekarang Jakarta) untuk melanjutkan pendidikannya. Setelah menghabiskan waktu bersama di daerah perbukitan, Samsu dan Nurbaya berciuman di depan rumah. Ketika ditangkap basah oleh ayah Nurbaya serta para tetangga, Samsu dikejar dari Padang dan pergi ke Batavia.
Sementara, Datuk Meringgih, yang iri atas kekayaan Sulaiman dan mengkhawatirkan persaingan bisnis, berusaha untuk menjatuhkannya. Anak buah Meringgih menghancurkan hak milik Sulaiman, yang membuatnya menjadi bangkrut dan terpaksa meminjam uang dari Meringgih. Ketika Meringgih datang untuk minta utang itu dilunasi, Nurbaya menawarkan diri sebagai istrinya, dengan syarat utang ayahnya harus dianggap beres; Datuk Meringgih setuju.
   Dalam suatu surat ke Samsu, Nurbaya menyatakan bahwa mereka tidak dapat bersama lagi. Namun, setelah muak dengan watak Meringgih yang kasar itu, Nurbaya melarikan diri ke Batavia supaya bisa bersama Samsu; mereka akhirnya jatuh cinta kembali. Setelah dia menerima sepucuk surat yang menyatakan bahwa ayahnya telah meninggal, Nurbaya kembali ke kota Padang, di mana dia meninggal setelah makan kue yang ternyata telah diberi racun oleh anak buah Meringgih. Setelah menerima kabar itu, Samsu berusaha bunuh diri di taman umum, namun tak berhasil.
Sepuluh tahun kemudian, Meringgih memimpin suatu revolusi melawan pemerintah Hindia Belanda sebagai protes atas kenaikan pajak. Dalam revolusi ini, Samsu–yang ternyata menjadi prajurit di bawah pimpinan Belanda dan dikenal dengan nama Letnan Mas–menemukan dan membunuh Meringgih, tetapi dia sendiri terluka berat. Setelah bertemu dengan ayahnya dan memohon maaf, dia meninggal.